Panduan Link Building SEO Untuk Pemula [Update 2021]

Panduan Link Building

Jika Anda berencana ini menjadi pakar SEO, salah satu keahlian yang perlu dikuasai adalah teknik link building. Ini adalah tentang strategi membuat backlink yang berpotensi untuk meningkatkan peringkat situs Anda.

Panduan link building ini akan membantu Anda untuk memahami metode terbaik dan aman. Khususnya, untuk pertumbuhan SEO jangka panjang.

Semua pakar SEO dunia sepakat, dan itu juga telah di konfirmasi Google bahwa, backlink adalah faktor peringkat Google paling penting, setelah konten. Atas dasar ini, kebanyakan orang terjebak dengan membuat tautan yang terindikasi memanipulasi peringkat. Sehingga, alih-alih mendapat juice link berkualitas, situs malah mendapat hukuman Google.

Apa Itu Link Building?

Dari sudut pandang tata bahasa yang sederhana, link building atau pembuatan tautan adalah konstruksi jaringan tautan antara situs dan lainnya: dalam banyak kesempatan yang mengatakan bahwa, tautan adalah dasar dari Internet (yang tidak didefinisikan secara biasa sebagai Jaringan atau Web, dengan referensi simbolis ke utas jaring laba-laba atau utas jalur, yang diwakili secara tepat oleh tautan), dan untuk mesin pencari yang menavigasi milyaran web di dunia virtual yang luas, tautan dapat dianggap sebagai jalur preferensial.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa Google sangat menghargai tautan. Pada satu sisi, robot crawler Google membutuhkan tautan tersebut sebagai cara menemukan halaman web. Disisi lain, tautan juga berfungsi untuk memberikan jawaban yang diharapkan kepada pengguna, saat mereka membuat kueri.

Dan, dalam ‘voting’ pemeringkatan, tautan adalah ‘suara’ yang di hitung. Berdasarkan kualitas dan kuantitas.

Dalam panduan untuk webmaster, Googler sendiri yang menulis bahwa “tautan biasanya berupa suara editorial yang diberikan berdasarkan pilihan, dan semakin besar kegunaan konten, semakin besar kemungkinan pengguna lain akan menganggapnya valid untuk pembaca mereka dan menyisipkan tautan”.

Melalui sistem analisis yang canggih, mesin seperti Google dapat mengetahui bagaimana dan dengan cara apa halaman web terhubung satu sama lain. Digunakan untuk mengevaluasi kuantitas dan kualitas tautan ini dalam parameter peringkat yang digunakan.

Google Mengevaluasi Kualitas Backlink

Kata kualitas adalah apa yang membuat perbedaan terkait seni link building sekarang dan masa lalu. Setidaknya, sejak era Algoritma Penguin dil luncurkan Google.

Dimasa lalu adalah umum bahwa, untuk meningkatkan popularitas dan posisi situs, itu ditujukan untuk meningkatkan jumlah backlink yang menunjuk ke website yang di optimasi. 

Tidak memperhatikan konten halaman yang ditautkan, tetapi bahkan yang berisi tautan itu, atau analisis situs host : kuncinya hanyalah jumlah orang / situs yang merujuk ke halaman itu, setidaknya dalam penampilan. 

Hal ini kemudian mendorong orang-orang untuk menambah jumlah backlink dengan cara apa pun. Dan SPAM pun merajalela untuk memanipulasi peringkat. Hingga pada titik merisaukan. Dimana kemudian hampir seluruh mesin pencari sepakat untuk perang dengan spammer.

Pada tahun 2012 Google memberlakukan perubahan drastis, dengan pembaruan Penguin yang berfungsi untuk mengalahkan aktivitas spam, pembelian tautan yang tidak adil atau pertukaran link antar jaringan. Yang intinya adalah untuk mendorong situs mendapat peringkat.

Karena upaya-upaya dan setiap tautan yang dibuat untuk “memanipulasi PageRank atau peringkat situs dalam hasil pencarian Google, maka itu kemudian dianggap sebagai; “pelanggaran terhadap Pedoman Webmaster Google”.

google link building guidelines

Evolusi Google dan SEO

Sejak saat itu, Google menjadi lebih sering melakukan pembaharuan terhadap sistem algoritma mereka. Hingga menghukum setiap situs yang terdeteksi melakukan; “Skema Link”

Pembaruan dan peluncuran berbagai algoritme Google semakin menyempurnakan mesin, ini memungkinkan mereka untuk fokus secara tepat pada kualitas tautan, yang dievaluasi berdasarkan berbagai faktor. 

Mungkin, satu hal yang perlu menjadi catatan dalam SEO adalah, bahwa RankBrain (nama yang diberikan untuk bagian dari algoritma Hummingbird yang memberikan “kredit ke halaman web berdasarkan tautan yang berasal dari halaman web lain”) bekerja dan mewakili faktor peringkat Google lainnya. Jadi, ini tidak boleh diabaikan, karena tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk menentukan kualitas halaman web.

Panduan Link Building

Setelah mengklarifikasi masalah teoretis, jadi untuk pembahasan lebih lanjut, mari kita coba memperdalam masalah praktis juga.

Pembuatan tautan atau link building adalah aktivitas SEO murni teknis. Ini juga bisa dianggap sebagi strategi utama optimasi peringkat yang dilakukan di luar halaman web (SEO off-page).

Tapi, penting juga untuk fokus pada konten dan pengelolaan elemen pada halaman yang benar. Karena, mendorong halaman yang ‘gagal dipahami’ mesin pencari, tidak akan membawa manfaat apa pun. Baik untuk SEO maupun pengguna akhir sebagai tujuan utama.

Singkatnya, ungkapan ini mengidentifikasi aktivitas strategis yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah tautan masuk ke website, yang dengan cara ini memperoleh popularitas dan otoritas yang lebih besar di mata mesin pencari. 

Selain kuantitas, Google mampu mengevaluasi asal, kualitas, sifat, relevansi, kontektualisasi dan berbagai sinyal lain yang berkaitan dengan tautan dan situs yang mengirimkannya. Ini akan menentukan bobot  tautan dalam hal peringkat.

Kita juga akan membahas tentang atribut tautan. Seperti perbedan do follow, no follow, UGC, dan Sponsored. Dan mengapa ini penting.  

Pentingnya analisis backlink

Elemen penting lainnya yang perlu dipertimbangkan untuk strategi link building yang efektif adalah keandalan situs dari mana tautan ‘hypertext’ berasal; situs “nyata”, yang memiliki trustrank yang baik dan riwayat yang bersih (catatan kriminal ). Karea ini, hingga sekarang masih menjadi indikator nilai bagi Google.

Sebaliknya, situs yang dibangun hanya untuk meng-host posting tamu, mendorong peningkatan orang lain atau jaringan, dan atau mengatur pertukaran tautan, dapat dievaluasi sebagai cara negatif. Juga mengarah pada kemungkinan hukuman

Ini berarti bahwa, situs yang ditautkan tidak hanya tidak meningkatkan posisinya di mesin pencari, tetapi juga dapat mengalami kemunduran atau tidak mendapatkan manfaat. 

Secara praktis, untuk mengenali kuantitas tautan pada web, ada banyak tools SEO yang beredar diluar sana. Tapi sayangnya, itu masih jauh untuk menyamai cara berpikir mesin algoritma Google.

Alat-alat SEO tersebut, mungkin dapat digunakan, sebagai acuan data awal, namun diperlukan penelitian lebih lanjut secara manual untuk standar kualitas.

Faktor-faktor tautan berkualitas

Tidak ada alat ukur pasti tentang kualitas tautan. Termasuk metrik yang beredear diluar sana, dari tools SEO pihak ketiga. Google sendiri tidak pernah memberi defenisi pasti tentang ini.

Namun, sebagian acuan dasar, kualitas backlink dievaluasi berdasarkan berbagai parameter:

  1. Popularitas Situs
  2. Relevansi Situs
  3. Otoritas Situs
  4. Relavansi Tingkat Geografis
  5. Relevansi Tingkat Konten
  6. Kepercayaan Situs
  7. Usia Tautan
  8. Difusi Sosial

Popularitas Situs

Tidak sulit untuk mengukur popularitas web dalam perspektif, situs sebagai sumber backlink berkualitas. Ini adalah tentang situs terkenal, baik secara mikro dalam klasifikasi industri (niche) atau makro dalam klasifikasi global.

Popularitas tidak bisa dibeli. Melainkan dibangun dan dipertahankan dalam bentuk entitas merek atau nama. Sehingga terbentuk pengakuan secara psikologis dalam kehidupan manusia. Dan tercatat dalam data base mesin pencari (yang diukur dalam berbagai faktor) dalam perspektif SEO.

Sebagai contoh, jika kita berbicara tentang niche industri SEO secara global, maka pikiran kita akan menyebut tentang beberapa merek. Seperti Moz, Ahref, Nailpatel, Semrush, Baclinko, dan beberapa yang lainnya lagi.

Dan jika kita berbicara niche industri SEO berdasarkan skala geografis, Indonesia misalnya, maka merek yang muncul bisa seperti, Garuda Website, Arfadia, Datamaya, dan lainnya.

Hal seperti ini, juga akan terjadi dalam bidang industri lain.

Karena popularitas tidak bisa dimanipulasi, itulah mengapa faktor ini menjadi salah satu hal penting yang dipertimbangkan sebagai kualitas tautan dalam perspektif SEO.

Relevansi Situs

Relevansi tingkat situs dapat memberi ekuitas tautan bernilai tinggi. Ini artinya, jika situs Anda berada di niche SEO mendapat tautan dari situs dengan topik spesifik yang relevan seperti blog niche digital marketing, akan lebih berharga dibanding Anda mendapat tautan dari situs dengan niche spesifik perternakan.

Titik relevansi situs mungkin dapat dipertimbangkan, saat tautan berada pada situs populer dengan niche umum. Seperti Wikipedia, web berita populer seperti BBC, CNN, dan lainnya.

Otoritas Situs

Ketika berbicara tentang otoritas situs, itu bukan berarti saya berbicara tentang metrik domain berdasarkan asumsi tools SEO diluar sana. Seperti Domain Authority (DA) versi Moz, Domain Rating (DR) versi Aherf atau lainnya.

Walau pun pada dasarnya, otoritas tautan memang diukur berdasarkan faktor-faktor yang menyerupai apa yang dihitung oleh alat-alat SEO tersebut. Seperti jumlah tautan, sinyal sosial, hingga sumber tautan itu sendiri.

Ini jauh lebih kompleks dengan standar algoritma Google. Dalam hal ini, sebenarnya lebih mengacu pada PageRank versi Google. Dan sayangnya, skor Pagerank sendiri tidak dipublikasi secara umum oleh Google sejak beberapa tahun lalu.

Matrik domain versi Tools SEO pihak ketiga (diluar Google), mungkin sedikit memberi gambaran tentang otoritas situs. Namun, pada banyak kasus, alat ini masih lebih mudah untuk dimanipulasi oleh pelaku SEO “nakal”. Yang pada dasarnya, tidak berlaku di mata Google.

Untuk mendalami seni mengukur otoritas situs, standar yang dapat digunakan adalah paten Google PageRank.

Relavansi Tingkat Geografis

Ini berlaku untuk website dengan target audiens lokal. Artinya, jika target pasar Anda di Indonesia, mendapat tautan dari situs berbahasa Indonesia akan lebih baik daripada web berbahasa Thailand.

Namun, itu bukan berarti tautan dari situs populer seperti Newyork Time tidak bagus untuk situs Anda. Jika topik halaman tempat tautan dibuat, relevan dengan halaman situs Anda.

Untuk nilai relevansi, ini akan saya jelaskan secara terpisah. Karena penting untuk mengetahui secara mendalam apa yang dimaksud relevan tersebut.

Relevansi Tingkat Konten

Saya ingin mengatakan, seni strategi link building itu berada dalam dimensi ini. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa, PageRank adalah cara Google menilai skor otoritas sebuah website. Namun, itu belum cukup jika Anda ingin mempelajari strategi link building yang ideal.

Ada beberapa kecendrungan acak yang terjadi dalam lalu lintas internet, saat orang melakukan penelusuran. Ini tentang bagaimana orang berpindah dari satu halaman ke halaman lain melalui tautan. Namun, ada kecendrungan yang di anggap wajar. Yang artinya, hal-hal standar yang dilakukan orang dalam memberlakukan tautan saat surfing di internet.

Google mengetahui ini, dan dengan pengetahuan ini, mereka dapat menyempurnakan cara menilai tautan dari kecendrungan wajar yang dilakukan orang.

Untuk itu, Google membangun konsep yang kemudian menjadi paten; Google’s Reasonable Surfer Model, sebagai cara menilai kualitas backlink.

Ini sangat terkait erat tentang apa itu relevansi tautan.

Tautan relevan dalam perspektif Reasonable Surfer Model, bukan hanya tentang halaman topik kucing yang harus terhubung dengan halaman web tentang binatang atau juga harus kucing. Lebih dari itu, ini tentang keterkaitan niat dan minat pengguna saat berada di halaman terkait. Dan bagaimana kemudian, tautan dalam bentuk rujukan yang mengarah ke halaman tertentu tetap menarik minat pengguna itu sendiri.

Atas dasar ini, relevansi berarti sangat luas. Dan perlu tingkat pemahaman mendalam tentang psikologi manusia. Untuk mengukur tingkat relevansi suatu topik dalam seni link building.

Sebagai contoh, saat saya berbicara tentang “Cara Membuat Blog WordPress”, ini belum tentu relevan jika saya membuat tautan yang mengarahkan pengunjung ke halaman landing page “Perusahaan Web Design”. Karena, pengguna dalam tataran ini, ingin belajar proses pembuatan web. Bukan, mencari vendor pembuat web.

Tapi bisa menjadi relevan, ketika saya mengarahkan pengguna ke halaman web topik psikologi, saat dalam teks tersebut, ada penjelasan tentang tata letak desain web yang dapat mempengaruhi pengguna, harus memahami “unsur psikologi” target audiens.

Orang yang dalam proses belajar pembuatan blog, menyukai sesuatu yang lebih mendalam terkait niat dan minat mereka. Dan memasukkan unsur tata letak blog yang sesuai dengan psikologi target audiens, cenderung lebih menarik. Dan persentase click kemungkinan lebih besar. Ketimbang tautan yang diarahkan ke halaman “Perusahaan A Jasa Website Terbaik”. Yang cenderung seperti iklan.

Atau, coba Anda lihat, sepanjang artikel ini terbesar tautan yang mengarahkan Anda ke halaman-halaman lain, dan atau kehalaman situs lain, Yang pada dasarnya, itu lebih mengarahkan Anda ke hal-hal pengembangan niat dan minat awal Anda.

Tautan relevan jenis ini, berpotensi memberi “pengalaman pengguna” yang lebih baik dan berkualitas. Yang menjadi konsep dasar Google dalam membangun mesin pencarinya.

Kepercayaan Situs

Kepercayaan situs dalam perspektif SEO, itu sebenarnya tidak sulit untuk dinilai. Bukti paling akurat situs yang dipercaya adalah traffic organik.

Artinya, situs yang mendapat banyak traffic dari mesin pencari Google untuk berbagai kata kunci (keyword organik), jelas dapat dikatakan implementasi dari kepercayaan itu sendiri.

Google dalam hal ini, menggunakan algoritma TrustRank. Ini juga mencakup EAT (Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness) standar kualitas utama dan YMYL (Your Money Your Life) untuk web dengan standar khusus. Seperti keuangan, kesehatan dan hal-hal yang menyakut keselamatan dan nasib manusia.

Website yang dipercaya adalah website nyata. Karakteristik web nyata, itu memiliki beberapa halaman yang dianggap penting dalam bentuk transparansi, di mata Google.

Seperti adanya halaman; about, contact, privacy policy, terms, dan lainnya. Dan alat SEO diluar sana, belum mampu mendefenisi secara pasti tentang ini.

Jadi, Anda dapat melakukannya dengan cara manual dan logika Anda. Untuk membedakan web nyata dan tidak nyata tersebut.

Usia Tautan

Tautan dari halaman situs berkualitas dengan tingkat relevansi tinggi, dan itu baru terjadi dan termasuk dalam topik yang sedang trend yang menarik minat banyak orang, akan memberi “nilai lebih” dibanding tautan yang telah dibuat sejak zaman romawi kuno, dan nyaris telah dilupakan orang. Sehingga jarang dikunjungi lagi.

Namun, jika tautan Anda berada dihalaman lama dan berada pada topik relevan hingga saat ini, itu tetap memiliki kekuatan SEO.

Difusi Sosial 

Difusi Sosial ini terkait trend. Namun masih merupakan faktor ambigu, bisa dikatakan seperti itu. Karena belum jelas bagaimana mesin pencari menafsirkan tautan dan interaksi sosial dalam algoritme mereka.

Elemen penting dari sebuah tautan

Sulit ini menyederhanakan defenisi tentang, apa itu tautan berkualitas. Terutama Google menilai tautan dari berbagai sudut. Dan itu sangat kompleks.

Tautan masuk atau backlink adalah satu dari (dua, konten) faktor utama bagi Google dalam menentukan peringkat website. Dan itu artinya, ini adalah arah yang dituju oleh seluruh pakar SEO dunia.

Google menjadi sangat serius tentang tautan. Karena ini berpengaruh besar terhadap pengalaman pengguna mereka.

Untuk ini yang bersifat luas, kemudian, ditambahkan parameter lain yang lebih spesifik terkait dengan konten yang ditautkan: banyak ahli yakin bahwa posisi tautan di dalam halaman memiliki nilai tertentu (oleh karena itu, tautan ditempatkan di bagian atas atau posisi terbaik, akan memberikan manfaat lebih dari link di akhir halaman).

Tetapi topik ini banyak diperdebatkan. Anda tetap bisa berpegang pada paten Google Reasonable Surfer Model tadi.

Lebih setuju rumor tentang teks jangkar (anchor teks), atau pada teks jangkar, yang merupakan bagian halaman yang ditautkan ke sumber lain (yang secara klasik disorot dengan menggarisbawahi atau dengan warna berbeda saat mengunjungi halaman): ini dianggap sebagai salah satu sinyal terkuat untuk peringkat.

Sayangnya, ini sering terjadi penyalahgunaan di masa lalu. Sehingga telah menyebabkan penalti (atau risiko penalti yang tinggi) untuk halaman yang menggunakan tautan teks jangkar dengan frasa kata yang tepat dengan target kata kunci yang ingin diperingkatkan.

Terutama di sektor yang sensitif (YMYL) seperti keuangan atau kesehatan. Yang dalam artian yang luas, web yang bertujuan bisnis atau mengambil keuntungan dari pengguna.’

Rasio teraman untuk penggunaan teks jangkar ‘uang’, dibawah 5% atau dibawahnya lagi.

Metode Ideal Link Building SEO

Ada banyak cara untuk melakukan link building: strategi yang valid adalah membuat artikel yang dioptimalkan untuk satu atau lebih kata kunci spesifik, yang mewakili analisis mendalam tentang suatu topik yang dibahas dan di host pada satu situs. 

Untuk metode link building yang ideal, akan berguna untuk memvariasikan frekuensi tautan follow dan nofollow, yang memberi kehidupan pada profil backlink yang dianggap alami secara logika.

Dan tentunya, nilai-nilai yang telah diulas dari faktor-faktor kualitas backlink diatas, tetap menjadi pedoman dalam perjalanan pembuatan backlink.

Metodologi lain yang cukup efektif, terutama untuk beberapa jenis situs online, adalah dengan menggunakan forum tematik dan relevan pada topik website. Ditempatkan pada tempat dan konten yang tepat.

Ini berkemungkinan dapat membantu dalam pengembangan lalu lintas rujukan ke situs, sama seperti itu akan berguna ketika; mengandalkan kutipan atau referensi yang mungkin tidak mengandung tautan. Apalagi, jika itu berasal dari sumber yang dianggap otoritatif oleh Google.  

Cara mendapatkan backlink secara alami

Saya pernah membaca artikel tentang 7+ Jenis Backlink Berbahaya Dapat Membuat Situs Terkena Penalti Google di situs Honfab Lab, itu seperti cukup mewakili apa-apa yang patut untuk dihindari.

Seperti yang tertulis disana, selalu baik untuk tidak berlebihan melakukan praktik buruk yang, meskipun mungkin tampak efektif dalam jangka pendek/menengah, namun, masih berisiko terkena hukuman.

Yang mungkin: strategi yang tetap lebih aman dalam hal ini adalah, apa yang disebut Fokus Pada Pembuatan Link-Worthy Content. Atau konten yang berpotensi menjadi sumber penghasil tautan alami.

Misalnya, pembuatan konten berkualitas yang kemudian dapat dijadikan refrensi atau rujukan (tepatnya, alami dan tanpa upaya tertentu) dari situs lain, sebagai sumber informasi atau wawasan yang bermanfaat. 

Untuk Google, penting bahwa tautannya alami, atau disisipkan oleh staf editorial atau direkomendasikan oleh pemilik situs pada halaman, tanpa intervensi atau tujuan manipulatif apa pun, oleh situs yang ditautkan; seperti yang masih kita baca di dokumen resmi Big G,

“Cara terbaik untuk mendorong penyertaan tautan berkualitas yang relevan dengan milik Anda di situs lain adalah dengan membuat konten yang unik dan aneh, yang secara alami dapat memperoleh popularitas di komunitas Internet”.

Namun, jelas bahwa strategi link building yang diterapkan oleh para ahli yang paling efisien dan terampil mengelolanya, untuk menghindari memahami perbedaan antara membangun link dan link yang produktif, menciptakan kampanye yang direncanakan yang, bagaimanapun, pada pandangan pertama muncul alami (bahkan untuk penjaga dari mesin pencari).

Risiko Membuat Backlink

Sistem mesin pencari mencoba untuk membedakan dan membuang, pengaruh tautan berbayar (backlink SEO) dalam hasil pencarian organik. Ini dengan tujuan untuk mengidentifikasi manipulasi tautan; baik yang masuk atau ke keluar dari suatu situs.

Mungkin, ini seperti tugas yang hampir mustahil. Namun, para ahli di balik layar Google masih mendedikasikan banyak waktu dan sumber daya, untuk terus berupaya. 

Ketika mereka berhasil mendapat cara baru, untuk menemukan situs yang membeli tautan atau berpartisipasi dalam “skema tautan” (yang paling sepele adalah pertukaran dua arah tanpa nilai tambah, sebagai perjanjian sederhana, yang disebut “Link Neighborhood” dan sering dicap langsung sebagai spam), atau “kampanye pemasaran untuk artikel atau publikasi tamu skala besar dengan tautan teks jangkar yang penuh dengan kata kunci” (sesuai dengan indikasi Standar Kualitas Google), sistem sanksi dapat segera terjadi.

Bisa dimulai dengan berdampak pada peringkat halaman atau, di kasus yang paling serius, seluruh situs hilang dari indeks. 

Inilah sebabnya mengapa dikatakan bahwa, link building adalah seni. Salah satu yang tantangan yang paling kompleks dari pekerjaan SEO. Karena, pelaku SEO membutuhkan strategi. Kombinasi antara; “imajinasi, intuisi, keputusan dan kecepatan eksekusi”. Belum cukup! Itu juga harus ditambah dengan kompetensi dan anggaran yang memadai.

Jadi bukan tanpa alasan, jika SEO disebut sebagai industri dalam perspektif bisnis.

Kesimpulan

Apa yang disampaikan dalam panduan link building untuk pemula ini, adalah bagian dasar yang hanya menggores permukaan. Namun, ini tetap dapat menjadi pondasi awal bagi Anda untuk memulai.

Ilmu terbaik dalam strategi link building, itu adalah pengalaman yang harus Anda bayar melalui tenaga dan waktu.

Tentang bagaimana membuat, menempatkannya pada waktu dan lokasi yang tepat. Lebih bergantung pada intuisi, ketimbang teori yang seringkali akan berbenturan dengan setiap perubahan algoritma Google.

Semoga panduan link building ini bermanfaat.

Terimakasih..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top